Aide-mémoire

Entries from February 2009

Launching Jurnal Filsafat “KacaMata”

February 28, 2009 · 14 Comments

jurnal-sampul1

Launching Jurnal Filafat KacaMata edisi Perdana

Jumat, 6 Maret 2009 jam 15.00-selesai. Bertempat di Auditorium Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta

“MEMBACA KEMATIAN”

Pembicara: Dr. Joko Siswanto, M.Hum (pengajar Metafisika Fak Filsafat UGM), Muhammad Al-Fayyadl (penulis Derrida), Rifqi Muhammad (redaksi Jurnal KacaMata)

Prolog: Mukhtasar Syamsuddin, Ph.D (Dekan Fakultas Filsafat UGM); Moderator: Suluh PW (editor Jurnal KacaMata)

Acoustic Band Performance by CIKAL

seperti biasa, GRATISS ! !

Categories: buku-buku

TPA BR Gelar Pelatihan Manasik Haji

February 21, 2009 · Leave a Comment

img_00721img_01231tpa-baiturrahim1

Mendidik anak ilmu-ilmu agama memang tidak bisa dilakukan secara instan. Ia memerlukan proses panjang untuk benar-benar tertanam di hati sanubari seorang anak. Apalagi materi pendidikan itu berupa ibadah haji. Maka, harus semenjak dini anak-anak diajarkan salah satu rukun Islam tersebut agar tumbuh akidah yang kuat dan mantab.

Demikian diungkapkan oleh M. Zainul Arifin, Ketua Panitia Pelatihan Manasik Haji TPA Baiturrahim Minggu (15/02). Menurutnya, Pendidikan Haji penting untuk diajarkan sejak dini bukan semata-mata ia merupakan salah satu rukun Islam saja, namun hal itu bertujuan agar anak mengenal dan paham bagaimana tata cara pelaksanaan Ibadah Haji sesuai syarat dan rukunnya secara sah. “Pendidikan agama itu terasa nikmat bila dialami, bukan hanya diketahui. Jadi, saya kira tujuan ini akan jauh lebih terasa manfaatnya bila mereka mengalami secara langsung bagaimana proses ibadah haji itu mulai awal hingga akhir”, paparnya.

Pelatihan yang diikuti lebih dari 80 santri itu memang terbukti memberi kenangan tersendiri bagi peserta didik. Sebut saja Kemal (8 th), salah satu santri TPA Baiturrahim. Saat ditanya ia mengaku senang dan gembira. “Senang karena ada ustadz dan ustadzah yang nemenin dan teman-temannya banyak”, tuturnya polos.

Manasik Haji kali ini dipusatkan di lapangan Bakalan. Bersama 18 pemandu dan official yang sudah terlatih, para “calon haji” diajak mengikuti seluruh proses pelaksanaan ibadah haji seperti thowaf, sa’i, tahallul, wuquf hingga pengenalan dam (denda).

Untuk menambah guyub acara ini, TPA Baiturrahim sengaja mengundang dua TPA “tetangga”, yakni TPA Nurul Istiqomah Bakalan dan TPA Nurul Hidayah Pulodadi. “Rencananya acara semacam ini akan kami gelar rutin setiap tahun. Tentu saja dukungan dan partisipasi dari semua pihak sangat kami butuhkan demi kesuksesan dan kelancaran acara tersebut”, kata Zainul mengakhiri wawancara [news].

Categories: krenteg

Writing is A Miracle

February 6, 2009 · 3 Comments

“…revolusi-revolusi besar dunia selalu didahului oleh jejak pena dari seorang pengarang. Pena pengarang mencetuskan suatu ide dan cita-cita, menjadi bahan pemikiran pedoman berjuang. Revolusi Perancis berkobar dibawah cetusan cahaya tulisan J.J. Rousseu dan Montesquieu. Revolusi Amerika diasuh oleh Declaration of Independen (Fatwa Kemerdekaan), yang kini jadi pedoman tersakral di Amerika. Revolusi Rusia dan perjuangan kaum komunis di seluruh dunia diprovokasi oleh buku-buku Karl Marx and Engels. Nazi Jerman bergerak dibawah petunjuk buku Mein Kampf karya Hitler. Revolusi Tiongkok pecah akibat seruan buku Sun Yat Sen, Min Chu I. Negara Islam Pakistan tegak berdiri dibawah bimbingan buku-buku Mohammad Iqbal. Revolusi Indonesia didahului oleh pemikiran-pemikiran revolusioner Soekarno (Indonesia Mengguggat, brosur Mencapai Indonesia Merdeka), Hatta (Indonesia Vrij di Den Haag, Ke arah Indonesia Merdeka), Syahrir (tulisan-tulisan tentang taktik dan strategi perjuangan di Daulat Rakyat), dan Tan Malaka (Madilog)…”

“Para pemalas menggunakan mood sebagai alasan untuk tidak bertindak. Para Idealis bertindak mengendalikan mood untuk menghalau kemalasan”

“Orang yang berbakat gagal melihat masalah sebagai hambatan. Sedangkan orang sukses melihat masalah sebagai tantangan, yang menggairahkan”

“Masalah yang paling mudah kita tulis adalah apapun yang kita yakini, kita alami, dan kita rasakan”

“Imam Bukhari melakukan istikharah setiap kali akan menuliskan hadis dalam Shahih-nya. Imam Malik mengharuskan dirinya untuk mandi setiap kali menyampaikan hadis. Ada pula yang menjaga kesucian dirinya setiap kali menulis. Semua itu berpengaruh bukan pada pena, melainkan pada jiwa yang menggoreskannya menjadi kata. Kata-kata yang memiliki ruh, pengaruhnya akan senantiasa hidup melampaui zamannya. Bisa jadi yang kita tulis sama. Tetapi kekuatan ruhiyah itulah pembedanya. Hidupkanlah jiwamu setiap kali mengalirkan kata sehingga tiap kata akan memiliki ruh”

“Menulislah dengan penghayatan total. Perkaya isi tulisanmu dengan ketekunan melakukan riset. Untuk menghasilkan karya bermutu, diperlukan persiapan total dan riset optimal”

“Tiga resep penulis besar: a) Jangan baca buku selain tulisan orang-orang besar; b) Jangan baca buku yang usianya kurang dari setahun; c) baca buku yang paling kita sukai”

“Banyak orang sibuk menganeh-anehkan diri agar disebut sastrawan dan seniman. Padahal para sastrawan besar berteman dengan kesedihan agar bisa menuturkan kebenaran dengan sederhana”

“Orang hebat menulis masalah berat dengan bahasa sederhana. Orang yang ingin disebut hebat menulis masalah sederhana dengan bahasa yang berat”

“Penulis cerdas terampil membuat istilah untuk memudahkan penjelasan. Sementara yang lain, suka menggunakan istilah rumit untuk memperpanjang penjelasan”

“Tulisan yang baik, menyederhanakan persoalan rumit, bukan memperumit apa yang sebenarnya sederhana dan remeh”

“Kesederhanaan menunjukkan kebijaksanaan. Kesederhanaan menunjukkan kematangan ilmu”

“Penulis besar menuangkan kata karena membaca. Sementara mereka yang mabuk ingin disebut penulis, membaca buku karena mau menulis”

“Kalau kita sendiri malas membaca, bagaimana kita bisa menyuruh orang lain rakus membaca tulisan kita?”

“Aku heran dengan orang-orang yang ingin menjadi penulis besar, tetapi membaca buku yang sangat kecil saja enggan”

“Tulisan yan baik, bermula dari membaca yang baik”

“Membaca dapat memperkaya kosakata, meletupkan simpul-simpul pikiran, melatih lidah untuk berbicara, menjauhkan kesalah ucapan, menghiasinya dengan balaghah dan fashahah, serta menjadikan

tulisan lebih berkualitas”

“Buku yan bagus memiliki cirri setiap paragraph mengandung banyak kemungkinan makna. Andrea menyebutnya possibility

“Menulis idealnya adalah suara hati, bukan sekedar obsesi memburu royalti”

“Tulisan bermutu adalah yang mampu menggerakkan simpul otak dan membuka banyak aspek pemaknaan”

“Memperluas bacaan adalah kunci sukses menyusun buku bergizi tinggi”

“Bukan tebalnya buku yang mengguncangkan jiwa, tetapi susunan yang kuat, keyakinan yang mantab, argumentasi yang matang, serta kata-kata terpilih diatas paparan yang mudah dicerna”

“Jangan takut bermimpi. Lagi pula, mimpi itu gratis. Bermimpilah setinggi langit. Dengan mimpi tinggi, Anda tak pernah pesimis melangkah”

— Bahan diskusi rutin dwi-mingguan Pemuda Panjalu, “Menulis adalah Keajaiban”, 31 Desember 2008; terpetik dari berbagai sumber.

Categories: krenteg