Krisis intelektual di kalangan kita harus segera kita akhiri, Kawan! Saatnya kita, generasi Filsafat, mengawal kembali bendera Filsafat menuju peradaban intelektual. Kita telah sedemikian lama terlelap pulas dalam kubangan riuh disorientasi. Gejala-gejala dekadensi intelektual telah menggerogoti identitas kita, orang-orang Filsafat, yang seharusnya identik dengan karakter wisdom, progresif, kritis, radik, dan plural.
Selama ini kita seringkali mengabaikan tugas utama Filsafat, yakni melahirkan gagasan-gagasan cerdas yang bermanfaat bagi bangsa, Negara, dan seluruh umat manusia. Mandataris Filsafat adalah tekun melakukan kerja intelektual kritis dalam rangka membentuk manusia beradab. Melimpahnya isu-isu strategis di sekitar kita sepantasnya memantik kita untuk bergerak menyumbangkan solusi terbaik atas persoalan tersebut. Seluruh potensi harus kita arahkan sejak dini guna mencapai cita-cita progresif, serta tidak melulu pasrah, berpangku tangan, apatis, dan diam tanpa tindakan.
Kita memerlukan suatu media yang tepat untuk mengaktualisasikan kreatifitas dan potensi mahasiswa yang selama ini belum tergali secara maksimal. Melalui media ini, talenta mahasiswa coba kita olah dan kita pacu kembali. Tidak boleh lagi mendiamkan potensi brilian mahasiswa, lenyap tanpa ekspresi. Jangan sampai kita, generasi Filsafat, mandul dalam status kekonyolan sendiri, terasing menuju kulminasi pembodohan terselubung. Bukan kebetulan nasib memilih kita sebagai seorang muda yang tidak pernah puas akan keadaan kita. Kita, orang-orang Filsafat, telah terkena kutukan agar sering-sering menyapa ruang-ruang gelisah, marginal, dan riuh persoalan. Sebab kita sadar bahwa kita perlu perubahan hakiki.
Hasrat perubahan semacam ini seringkali hinggap dalam benak kita sepintas, atau barangkali menguap dalam obrolan-obrolan yang tidak terlalu bermanfaat karena selepas lelah berbusa-busa dalam diskusi, kita kembali diam dalam lukisan biasa seolah-olah semua persoalan selesai begitu saja. Bukan demikian kerja Filsafat. Implementasi sesudahnya harus kita tata secara tegas, dan harus secara jelas pula memberi manfaat bagi kita, para pecinta Filsafat.
Mari kita padukan kekuatan besar kita. Kita sinergikan talenta brilian kita. Kita jemput kembali masa kejayaan peradaban Filsafat. Kita tunjukkan pilar-pilar kepedulian Filsafat terhadap persoalan-persoalan bangsa. Secara jujur dan berani, mari kita sumbangkan karya terbaik kita, dalam bidang apapun, untuk mengharumkan nama baik Ibu Pertiwi, Tanah Air Indonesia. Kita sepantasnya malu bergelar “mahasiswa” jika tidak turut serta menghimpun kemampuan mengurai dan memecahkan persoalan-persoalan bangsa kita, Negara kita, dan Kampus kita. Proyek perubahan Filsafat harus segera kita mulai. Our Time for Change Has Come!
– 23 April 2008